ANTARA SEKSI DAN KEMUNAFIKAN

Oleh: Funky Zubair Affandy*


Jelas dan terang

Pertanyaan itu

Membeludak

Menepi pada jidat

Tanpa doa-doa

Tanpa ada arti apa-apa.

Kursi penguasa peta

Uang Negara,

Sesegukan anak-anak TK

Memasari Desa-desa.

Masyarakat mencekik perut

Dengan duapuluh satu jari-jari

Mata mereka berbicara

Mulut mereka, menganga.

Sedang bohlam seukuran kolam

Menjelma bianglala

Menepuk-nepuk

Diruangan DPR, KPK, MPR, Majelis-majelis

Dan Politisi.

Aparat Negara begitu

Seksi

Bermain adegan

Korea.

Ada yang melumuri

Dengan

Isian Nusantara

Satunya, sibuk obral

Imajinasi dalam bungkus

Nasi.

Ha ha ha

Tontonan telanjang, mereka

Mengamini ejakulasi

Di demonstrasi, malah pada

Merah, marah.

Wah.., saya itu banyak mengeluarkan dana. Dana itu, dana ini. Ya sudahlah dimaklumi saja, jika saya berkuasa aliran dananya masuk kesaya.

Tolol!

Makanya Bapak-Ibu aparat

Kalau disuruh sekolah itu

Jangan suka bolos

Uang mama masuk saku

Ujung-ujungnya beli plastik

Kupu-kupu.

Beginilah yang terjadi

Jika Negara dipimpin

Aparatur yang sok tahu

Penguasa-penguasa

Palsu

Hanya kekuasaan

Kekuasaan

Kekuasaan!

Uang dimata mereka.

Kami Rakyat tidak bodoh!

Kami Rakyat tidak tololo!

Kami Rakyat tidak bloon!

Telanjangi Penguasa, penguasa munafik

Hidup Rakyat!

Hidup Rakyat!

Hidup Rakyat!

Bakar hasud dihati

Mereka

Turunkan keinginan

Selokan

Menyimpang mereka

Tuhan, Yang maha Taufik

Sirami kegersangan

Hati mereka

Kami rakyat hanya ingin meredeka

Merdeka dari perut aparatur

Yang buncit

Merdeka dari janji-janji yang

Gampang muntah

Dan berserakan

Merdeka dari ambisi

Sebilah piring

Saja.

Angin membawa

Bau keringat seorang

Disepanjang jalan

Memasung layaknya

Patung pancoran.

Seminggu lalu, dia pergi dari rumah

Menanggal pisah

Mengalungkan janji merdeka

Pada anak-anak dan

Istri tercinta.

Di Negeriku

Hujan-hujan batu sudah

Biasa

Sarjana-sarjana menjadi

Penjajah koran, lumrah

Adanya

Di Negeriku

Masuk kerja bagi yang

Kosongan

Tidak akan ada ruang

Hanya mereka yang punya

Orang dalam satu menit

Saja, langsung kerja

Lapangan.

Begitu seksi model-model

Negeriku

Ada yang menjadi badut

Ada pula yang mengaku-ngaku superhero

Ada yang suka nyinyir bencong-bencong

Dilampu merah

Padahal mereka sendiri

Yang membuka BH, rok beserta

Jajanan uang Negara.

Maling teriak maling

Kucing meong meraung-raung

Tentara asyik mendengkur

Kucing asyik

Membawa pentungan

Ronda sehari-semalam.

Kucing!

Wah, semoga kamu tidak

Menjadi korban

Selanjutnya

Si maling.

Rumah Teater, Mei 2019

*FunkyZubair Affandy seorang pegiat seni teater, penulis puisi. Asal Sampang, Madura.


Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama