Di ujung Kursi



Kursi ku dilempar ke sungai 

Dihanyutkan hingga ujung batu 

Asap rokok mengepul di simpang jalan

Menunggu lampu hijau menyala lagi

Di ujung kursi ku aku pernah berkhayal

Aku menjadi orang baik dan sangat baik

Tapi buku dilempar lempar

Memenuhi kamar dengan teriakan

"Beli sapi kami..!"

"Jual rumah kami...!"

"Sembuhkan bisu kami...!

"Cepatlah terkena kudis...!"

"Buatkan temanmu peti mati...!"

Di ujung kursi ku aku pernah terlelap

Bersimpuh di ujung meja

Tangan bergerak menggambar rumah dan jalan 

Menghapus gunung penuh hutang

Di kursi ku aku pernah bernyanyi

Atas kesedihan di tanah lapang 

Yang penuh sesak dengan besi berkarat

Dan paduan suara ibu ibu komplek

Di ujung kursi ku aku pernah hidup

Dari sepiring permata dan air comberan

Yang penuh ludah anak anak hilang 

Dan tumpukan rambut nenek panti jompo

Di ujung kursi ku yang telah dibuang

Aku pernah bersalaman dengan pena

Saling menempel kertas di dahi

Dan saling menyapa

"Cepat cepatlah engkau mati"

Di ujung kursi itu

Aku telah di kenang dan di tangisi

Ditaburi bunga dan disambut permadani

Disuguhi sapa dari reporter televisi

"Bukankah engkau pemilik kursi?"




Rachman Afandi

Gresik

30 Agustus 2020

2 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama