“Radikalisme Dalam Islam” {Studi Pemikiran Justifikasi Agama Sebagai Pembenaran Tindakan} Kajian Mingguan IMABA Surabaya 28-04-11

Istilah Tentang Radikal
Definisi radikalisme adalah suatu kelompok ekstrim yang menghendaki kebangkitan islam modern. Karena radikalisme islam disini berdasarkan dua alas an : pertama,merupakan fenomena ideologis, yang pendekatannya melalui pemusatan makna ideologis, dan mengesampinkan konteks social. Bardasarkan ini, radikalisme islam adalah ideology islam radikal. Kedua, menunjukkan karakteristik tertentu dari sejumlah doktrin, kelompok dan gerakan.
Dan tulisan ini hanya dipakai untuk mereka yang membenarkan tindakan kekerasan atas nama agama. Kolompok ini menganggap dirinya benar dan mereka yang tidak sama diklaim salah. Kolompok radikalisme biasanya sangat dekat dengan literalis { kaum wahabi}, sehingga radikalisme islam juga disebut dengan wahabi radikal , akan tetapi juga perlu diketahui bahwa radikalisme tidak hanya dimiliki satu golongan tapi golongan yang lain.
Kilas Balik Radikalisme Kristen
Kekerasan terhadap agama sebenarnya sudah berlangsung sejak lama,misalnya perang salib karna peristiwa dimana doktrin-doktrin suci dapat terkploitasi dengan maksimal dan selalu mengilhami setiap perang suci yang terjadi di kemudian hari. Banyak korban berjatuhan dua Abad itu hingga banyak cerita-cerita berkembangnya perang salib mulai dari kenegaraan sampai pada kepahlawanan yang muncul baik dibarat ataupun ditimur.ia menjadi hirroh{ semagat} tersendiri pada masa itu sampai sekarang ini.
Era moderenitas di barat biasa dikenal dengan dimualinya inkuisisi terhadap orang-orang muslim dan yahudi pasca penaklukan muslim Eropa di Granada pada 1492 yang dianggap pembersihan Eropa dari “Najis” orang islam menurut punggawa kerajaan Kristen, pada tahun yang sama Cristopher Colombus {Kristen keturunan yahudi} berlayar menyebrangi atlantik menuju india, tapi tidak sengaja menemukan benua Amerika. Tujuan colombus ke india hanya untuk membangun basis Kristen dalam melancarkan perang salib jilid II.
Pada tahun 1453 saat turki utsmani menaklukkan yerussalaem. Nampaklah islam sebagai moster yang jahat bagi kalangan barat, bukan hanya sebagai yang jahat tapi sebagai kejahatan itu sendiri. { Armstrong. 2003.}. pada abad 16 tepatnya pada 17 mei 1498. Vasco Da Gama,{portugis} terinspirasi oleh keinginan colombus akan basis Kristen di india demi pelancaran perang salib gaya baru melewati timur jauh akhirnya bisa sampai di india dan menciptakan koloni disana, dan ini sangat menjadi pukulan bagi orang islam ketimbang perang salib lama karena hal ini menandai superioritas barat atas timur { islam} . dominasi barat atas negeri Non-Eropa. Dunia timur menjadi bangsa yang benar-benar tidak berday menghadapi barat yang memiliki kekuatan yang jauh berlipat ganda ketimbang abad 10,11 dan 12. Abad 15 eropa menjadi modern memiliki armada laut yang kuat dan persenjataan yang canggih. Ini suatu hal yang tidak bisa dibayangkan masyarakat timur barat sebagai bangs akelas dua. Timur tercengang dan tidak siap untuk menghadapinya. Bahkan dinasti turki utsmani yang dimiliki timur tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi bangsa timur dari penakluk barat, ia terlalu sibuk dengan kondisi kerajaan yang keropos dan penuh dengan korupsi. Oleh karenanya, mereka hanya melawan secara sporadic dan hanya terkordir secara local dan bukan dilakukan secara simultan sebagai satu-kesatuan umat islam. Hal ini diperparah oleh kejumudan timur yang menolak rasionalisme. Pelarangan filsafat dan rasionalisme ini dipelopori oleh al-Ghazali {hujjah al-Islam}.
Universalisme Dan Tafsir Hegemoni
Atas nama kebebasan, lembaga-lembaga yang berada di naungan PBB-pum mengusung sebuah ajaran yang disebut universalisme global sebagai keniscayaan sebuah masa, akan tetapi sebagian orang menyebutkan paham ini disebut sebagai penjajahan paham baru.{ Samuel.2002.336}. seperti tampak pada pendapat kalim siddiqui bahwa universalitas bagi barat adalah imperialisme bagi timur. Kebebasan individual, rasionalisme adalah bentuk lain imoralitas, buruh dalam jaringan kapitaslisme adalah bentuk lain dari perbudakan, Negara bangsa adalah bentuk lain dari tribalisme. the super power AS dalam menyikapi persoalan dunia menjadi hujjah akan ketidak tulusannya menegakkan demokrasi secara ansich. Ia kerap ditudh sebagi bukti arogansi AS atas dunia. Banyak apa yang dipropogandakan secara ide dan konsep, pada tataran lapangan malah bertentangan. Saudi Arabia yang jelas otoriter menjadi kawannya sedangkan Iran yang menerapkan demokrasi melah disebut Negara setan, oleh karenanya banyak warganya yang kecewa yang hanya bergantung pada barat.
Menghadapi kenyataan ini, umat islam terbagi menjadi beberapa sikap. 1. Mereka yang merindukan keemasan. 2. Mereka yang langsung mencoba meniru barat.3. mereka yang mencoba mempelajari barat tapi tetap melestarikan tradisinya. Dan kelompok yang ketiga ini banyak dipilih oleh Negara muslim saat ini.
Sistem Negara bangsa
Pemimpin dan pemikir menyepakati bahwa bentuk Negara bangsa adalah bentuk final terbaik yang telah dicapai oleh peradaban manusia. Masing-masing bangsa memiliki teoriti sendiri dan Negara bangsa sepakat untuk saling menghormati untuk tidak melanggar teoritinya, merujuk keindonesia. System Negara Indonesia adalah bentuk terbaik yang bisa dihasilkan anak negeri. Para ulama’ sepakat bahwa pemimpin Indonesia disebut waliy al-amri dan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia disebut as-salam{damai}.
Terma-Terma Radikalisme Dan Tindakan Terorisme
1. Mereka menyebut Negara Indonesia sebagai Negara kafir, karena tidak menerapkan hokum islam sesuai dengan ayat “ومن لم يحكم بما انزل الله فا لئك هم الكا فرون”
2. Mereka menyebut pemimpin Indonesia sebagai toghut. Sebutan thogut digunakan bagi penguasa yang tidak menerapkan hokum islam. Oleh karena Negara dan penguasanya tidak diakui maka merasa berhak untuk melakukan tindakan sendiri atas nama agama.
3. Mereka menyebut di Indonesia kafir harbi dan wajib diperangi.
Dari itulah kemudian mereka melakukan tindakan-tindakan kontra produktif dengan visi dan misi islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin. Mereka menanamkan sebagai jihad.
Penutup
Hal paling penting dalam setiap perjuangan kita adalah sebagaimana kaidah yang kita kenal sejak kita masih di pesantren yaitu “ dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih” menjauhi kemafsadatan itu didahulukan atas menegakkan kebaikan. Jika keinginan menegakkan syariat islam kemudian ditempuh dengan cara-cara yang meninggalkan kemafsadatan maka itu sudah menyalati kaidah ushuliyah kita. Apalagi kita tahu bahwa beribadah itu tidak harus dipaksakan tapi berdasarkan kemampuan kita dan dalam batas-batas meslahtil ummah. Sengaja di makalah ini saya tidak bercara tentang kontroversi penegakan syariah isalm karena hal tersebut membutuhkan waktu tersendiri untuk membicarikan.

إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم