Tiga Aspek Sorotan Dalam Pelestarian Lingkungan

 

Oleh: Abdus Sholeh*

Lingkungan merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak luput dari sorotan agama, khususnya Islam, bukannya hanya agama Islam, tapi dari lingkup kenegaraan lingkungan atau wilayah merupakan termasuk unsur yang konstitutif, yang dalam bahasa perekonomian disebut dengan kebutuhan primer. Lingkungan merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita bahkan dikatakan lebih penting dari uang sekaligus, buktinya; jika kalian sungguh berfikir bahwa lingkungan itu kurang penting dari pada ekonomi, maka kalian coba saja pegang hidung kalian (jangan bernafas) sambil hitung saja uangmu. Dari bukti tersebut maka, seyogiyanya kita sebagai khalifah di bumi ini, kita harus menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya agar resultante kehidupan kita selalu positif serta hidup selalu nyaman dan terhindar dari mala petaka, khususnya penyakit.

Dalam pembahasan kali ini saya akan mengutip sebuah arti dari ayat suci al-qur’an dalam surah Ar-Rum ayat 41, yang redaksinya: “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” 

Ayat tersebut menunjukan betapa concern-nya Islam terhadap lingkungan, sehingga Allah telah memperingati kita dalam kitabnya agar tidak berbuat kerusakan di dalamnya. Manusia juga sebagai khalifah hendaknya juga melestarikan lingkungan dengan sebaik mungkin, mempergunakan apa yang ada di alam dengan bijak demi kemaslahatan penduduk bumi. bukan malah sebaliknya, yakni mengeksploitasi bumi tanpa tahu caranya melestarikannya. Dalam memanfaatkan apa yang ada di lingkungan, kita perlu beberapa aspek, antara lain:

  1. Kualitas 

Hal ini merupakan salah satu poin penting dalam mengeksploitasi lingkungan, kita harus mengetahui bagaimana karateristik sebelum dan sesudah adanya perlakuan terhadap lingkungan. Itu sebabnya ketika sebuah perusahaan hendak mendirikan usaha atau pabrik pun mereka harus melalui proses perizinan yang sangat panjang, yakni salah satunya melalui AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Oleh karena itu sangatlah penting menjaga kualitas lingkungan sekitar.

Tak hanya berlaku di perusahaan, di lingkup masyarakat pun kita harus lebih concern lagi terhadap lingkungan. Banyak sekali kegiatan masyarakat yang menyebabkan perubahan kualitas terhadap lingkungan. Contoh kecilnya, dalam kehidupan sehari-hari kita banyak sekali masyarakat yang masih belum bisa mengolah sampah secara efektif, bahkan yang sudah lumrah buang sampah sembarangan yakni, ke sungai tanpa memikirkan konsekuensinya nanti. Tak hanya membuang sampah ke sungai, bahkan juga membakar sampah sembarangan di ruang terbuka. Hal yang demikian inilah yang merusak kualitas lingkungan kita.

  1. Kuantitas

Ditinjau dari segi kuantitas ketika seseorang ingin menggunakan apa yang ada di lingkungan enaknya juga memperhatikan jumlah sebelum dan sesudah di pakai. Sebab ini juga akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan, misalnya saja dalam eksploitasi hutan pembangunan ekonomi Indonesia pada awal periode 1980 sampai 1998 telah mengorbankan hutan Indonesia karena kegiatan eksploitasi yang dilakukan secara masif dan tidak terkendali tanpa memikirkan aspek kelestarian dan keberlanjutan akibatnya, Indonesia menjadi negara m karbon terbesar ketiga di dunia. Hal ini disebabkan karena hilangnya hutan akibat adanya alih fungsi lahan kebakaran hutan serta penebangan hutan yang eksploitatif dan tidak terkontrol. Indonesia dalam buku potret keadaan hutan indonesia periode 2000 sampai 2009 menyebutkan bahwa laju deforestasi yang tetap tinggi disebabkan oleh suatu sistem politik dan ekonomi yang korup juga menganggap sumber daya alam khususnya hutan sebagai sumber pendapatan yang bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik dan keuntungan pribadi. Keadaan seperti ini tidak bisa dibiarkan secara terus menerus jelas akan mengganggu sistem dan keseimbangan lingkungan. Oleh karena it,u harus ada langkah konkrit misalnya dengan melakukan reboisasi yang masif di beberapa spot hutan Indonesia seperti di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

  1. Kontinuitas

Adapun ditinjau dari aspek kontinuitas yakni semua yang ada di lingkungan sudah diatur sedemikian rupa agar bisa terus digunakan oleh manusia hingga beberapa abad ke depan.Oleh karena itu, manusia hendaknya bisa memperhatikan keberlanjutan dari apa yang dieksploitasi. Akhir-akhir ini manusia sudah mulai sadar akan aspek kontinuitas ini sehingga tak jarang kita temukan semboyan-semboyan subtlenable development (pembangunan berkelanjutan). Di mana menurut laporan dari PBB 1982 pembangunan berkelanjutan ini adalah pembangunan lahan kota bisnis dan masyarakat yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan. Pada konsep pembangunan berkelanjutan ini terdapat beberapa tujuan yang salah satunya melindungi lingkungan baik darat, air, maupun udara serta sanitasi dan kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung tercapainya tujuan dari pembangunan berkelanjutan (Biasa disebut SDGs atau sustainable development goal) pemerintah Indonesia mencanangkan universal akses air minum pada tahun 2019 dengan program 100-0-100. 100% Sudut  air minum air bersih terpenuhi 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi lingkungan yang baik.

Begitu besar urgensi dari menjaga dan melestarikan lingkungan, ada salah satu Profesor emeritus bidang sumber daya alam ekologi dan biologi evolusi dari Universitas Arizona yaitu Prof Doktor Mr person menyatakan: "jika kamu sungguh berpikir bahwa lingkungan kurang penting daripada ekonomi maka coba pegang hidungmu (jangan bernafas) sambil hitung uangmu".

Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan jauh lebih penting daripada aspek ekonomi dan social. Sebab dengan lingkungan yang bersih dan sehat juga akan relevan dengan kondisi ekonomi yang kuat dan keadaan sosial yang bermartabat. Sehingga sebagai Muslim kita hendaknya dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat yang lain dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, dan turut berpartisipasi secara aktif dalam upaya konservasi lingkungan.

*Penulis adalah mahasiswa aktif prodi Hukum Tata Negara UINSA Surabaya dan juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kom.Uinsa Surabaya 



إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم